crayon things

color this life with crayon

Friday, August 04, 2006

mengantri di bank

karena masih kuliah.. maka untuk dapat mengikuti kuliah dan mengambil sks maka aku harus membayar uang untuk kuliah a.k.a. SPP. entah kenapa dari masa sma selalu aja sama yang namanya pembayaran SPP ini.
nah, ceritanya untuk bayar semester ini aku ga tau ternyata pembayaran dilakukan tunai ke institut melalui sebuah bank yang bekerja sama dengan institut tersebut. jadi, aku masukin langsung uang SPP ke rekeningku karena berpikir akan langsung di-auto debet (bahasa keren untuk diambil langsung oleh pihak yang berkepentingan tapi ga tau juga sih pastinya kaya gimana). setelah tau terpaksa aku mengambil kembali uangku. aku ke bank hari kamis kemaren dan harus mengantri hampir 2 jam di bank yang sama tapi deket rumahku untuk ambil uang karena teller yang buka di bank itu hanya satu padahal yang mengantri hampir 30 orang (dasar bank-bank tut. katanya bank besar dan nasional tapi pelayanan minim. bah!). setelah itu aku harus ke kampus untuk membayarkan kembali ke bank yang ada di kampusku dan dengan kecerdikanku aku bisa masuk ke bank padahal tanda 'close' sudah dipasang dan proses berjalan cukup cepat karena sudah tidak ada orang yang masuk(biarin aja aku dibilang ga tau diri. abis waktu ambil duit juga orang bank-nya ga tau diri. jadi, sekarang saatnya nasabah yang menjadi ga tau diri.)
hari ini aku harus ke bank lagi untuk membantu temanku yang ada di surabaya membayarkan SPPnya. dan aku ke bank dekat rumahku lagi untuk mengambil uang yang ditransfernya. ketidaktahudirian pihak bank tetap terjadi: hanya ada satu teller yang buka. tapi aku lebih sabar menunggu karena aku hanya mengantri 17 orang saja. saat menunggu aku baca tabloid HOME, digangguin anak kecil yang lucu bernama ivone karena dia senang sekali bertanya, minum aqua... intinya, proses menunggu tidak terlalu menyakitkan. tapi tetap saja nomerku 73 dimana saat itu masih nomer 57. eh, ternyata hari ini aku cukup beruntung. tiba-tiba ada bapak-bapak yang memberikan nomernya ke aku. jadi nomer antrianku menjadi 67. semakin mendekati. hahahahahahaha (tertawa culas!). lalu sambil menunggu kembali aku diganggu oleh ivone yang lucu (fyi, nomer antrian mamanya ivone adalah 66). waktu itu nomer sudah 65 dan mamaku datang untuk menjemput (karena kita mau ke dokter), tiba-tiba sang teller mengatakan hal yang aneh..

teller: maaf, ada yang mau menyetorkan uang?? kami kehabisan uang tunai.
[semua gubrak dan rusuh]
ibu 1: ini mba, saya mau menyetor.
mamanya ivone: mba, saya nomer 66 dan cuma mau transfer. ga ambil duit kok.
teller: ibu tunggu aja yah..
[semua orang maju mencuri kesempatan untuk mendahului]
mamaku: ayo kita maju juga vi. ntar diduluin.
teller: ibu duduk aja yah
mamaku: *menggerutu*
mamanya ivone: gimana sih. masa bank ga ada uang tunai.
mamaku: iyah, katanya bank besar.
[lalu kebiasaan ibu-ibu dalam saling mencela menceritakan semua keburukan bank tersebut]
suara komputer: no 66
[mamanya ivone maju, teller satu lagi akhirnya datang. bah! ga kurang telat mba?]
suara komputer: no 67
[aku maju]
teller 2: silahkan..
[diam sejenak]
teller 2: eh, 1,7 ada ga?
teller 1: uda suruh tunggu
teller 2: silahkan mba tunggu di kasa sebelah
gua: *bingung*
teller 2: ada yang mau menyetor?
[semua orang maju. dan rusuh]
teller 1: silahkan bu..
[bla-bla-bla... akhirnya beres]
lalu aku dan mamaku cuma tertawa miris sambil keluar dari bank.

aku kembali lagi ke kampus untuk menyetorkan SPP. ternyata sesampainya di kampus bank tutup. terus aku berinisiatif untuk mengantri karena takut antrian panjang. lalu tiba-tiba semua orang ikut-ikutan dan hasilnya terjadi antrian panjang di depan bank kampus yang kecil. saat bank dibuka, ternyata salah ngantri. jadi sempat licik sedikit untuk menyerobot. tapi kan aku ga salah juga. salah sendiri satpam ga kasih tau sebelah mana ngantrinya dan toh aku datang lebih dulu (pembelaan..). dan akhrinya masalah bayar membayar dan mengantri di bank selesai. phew..

kesimpulan (amarah) kok bisa bank kaya gitu.. ckckckckck!! bank nasional gitoh.. bah!bah!bah!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home